Bahkan, kata Lukman, kehadiran HIPTI memberi angin segar bagi pengusaha lokal di segala sektor, mulai pertanian, peternakan hingga pertambangan.
"Untuk pertambangan sendiri, secara nasional stok tambang yang terbesar adalah di Sultra, ini tentunya potensi yang harus diberdayakan," tekan Lukman.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra, Masyhur Masie Abunawas menekankan agar HIPTI selalu bersatu dan tidak terpecah belah.
Masyhur Masie juga tidak menginginkan adanya persaingan sesama pengusaha lokal. Ia justru meminta mereka agar saling membantu satu sama lain.
"Jangan saling bersaing antar pengusaha. Kita harus bersatu dan saling membantu," pintanya. (A)
