KENDARI, TELISIK.ID - Mahasiswi dari Indonesia diisolasi di doormitory 13 bersama empat orang temannya dari Banglades. Liburannya di Kota Nanjing berbuah pahit. Ia kini harus menjalani masa isolasi selama dua pekan dan tak diizinkan pulang ke negerinya, Indonesia.
Sabdatun Nisaa Ahyar adalah mahasiswa di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational Vollage mengambil jurusan Landscape Architecture. Kota Taizhou, Provinsi Jiangsu yang hanya berjarak sekitar 600 kilometer dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, episentrum pandemi COVID-19.
Kisahnya di negeri Tirai Bambu itu, dimulai sejak 2018. Oktober pertama kali ia menginjakkan kakinya di Cina. ia tinggal di kamar 718 lantai tujuh doormitory 15. Aturan di asrama itu sekamar hanya boleh dihuni oleh tiga orang. Bersama dua orang temannya asal Jawa Barat dan Jawa Timur.
Nadah begitu biasa ia disapa, sudah mampu beradaptasi dengan empat musim di negeri Laksamana Cheng Ho, yaitu dingin (winter), musim semi (spring), musim panas (summer) dan musim gugur (autumn). Ia juga sudah punya tempat favorit saat-saat rindu menghampiri, atau untuk sekadar melepas penat dari rutinitas perkuliahan, yaitu Taishan Park dan Tiandehu Park. Menuju ke dua taman itu ia biasa menggunakan motor listrik atau menaiki bis.

Ia sudah bisa menulis dan bertutur dengan bahasa Cina. Makanan khas cina yang paling dia sukai ???? atau sapi kacang merah. Ia juga sudah mencoba memasak makanan khas di negeri panda itu, yaitu Huangmenji atau ayam kentang.
