Dalam keterangannya, Andi Gani juga mengungkapkan adanya informasi tentang potensi penurunan kenaikan upah di sejumlah kawasan industri besar, sesuatu yang menurutnya belum pernah terjadi secara terbuka pada tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini dinilai berisiko memicu kebingungan di tingkat buruh, terutama mereka yang bekerja di wilayah padat industri. Ia menyebut serikat pekerja harus bekerja ekstra dalam melakukan sosialisasi kepada anggota.

“Di beberapa daerah kawasan industri besar malah menurun. Nah, ini kan pasti akan apa, kita harus melakukan sosialisasi kepada anggota kami yang sudah menantikan rumusan ini,” tuturnya.

Minimnya keterbukaan dari sisi pemerintah turut menjadi sorotan. Andi Gani menyatakan bahwa perwakilan buruh yang duduk di Dewan Pengupahan, baik di tingkat nasional maupun daerah, hingga kini belum menerima rumusan formula secara utuh. Mereka hanya memperoleh gambaran umum tanpa kepastian teknis perhitungan.

“Karena anggota kami yang duduk di Dewan Pengupahan Nasional, bahkan tidak tahu rumusan itu seperti apa. Hanya diberikan secara garis besar. Tapi rumusan akhirnya sampai hari ini belum diberitahu,” kata Andi Gani.