BAUBAU, TELISIK.ID - Dugaan kriminalisasi terhadap salah satu wartawan di Buton Tengah (Buteng), Mohamad Sadli Soleh (33) mendapat respon dan kecaman dari berbagai pihak. Ketua Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Lingkungan Hidup (LH) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Baubau, La Ode Armeda Satrian, menilai, kasus yang menimpa Sadli bentuk pelanggaran HAM dan kebebasan berdemokrasi.
"Saya selaku Ketua Bidang Hak Asasi Manusia melihat ada beberapa indikasi pelanggaran nilai-nilai seperti Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan demokrasi serta pemerintah alergi dengan kritikan," tulis La Ode Armeda melalui rilis persnya, Jumat (21/02/2020).
Baca Juga : Forum Puspa Bakal Preasure Penanganan Kekerasan Seksual di Butur
Menurutnya, pembungkaman pers seperti yang menimpa Sadli melecehkan nilai amanah reformasi yakni kebebasan berdemokrasi. Bahkan kasus ini dapat pula mempengaruhi psikologis mahasiswa atau masyarakat yang ingin mengkritik pemerintah atas dasar kemajuan daerah.
"Saya tidak melihat sisi dari segi legalitas saudara Sadli menggunakan wadah penulisan berita ia mengkritik pemerintah. Namun ada subtansi dugaan masalah yang perlu kita kawal bersama yaitu pembangunan simpang lima," tambahnya.
