KENDARI, TELISIK.ID - Di desa-desa Sulawesi Tenggara (Sultra), geliat ekonomi kreatif tumbuh dari ruang-ruang sederhana. Homestay yang dikelola warga bukan hanya tempat bermalam, tapi menjadi jantung ekonomi baru yang menggerakkan kuliner lokal, kerajinan tangan, hingga jasa wisata berbasis komunitas.
Ketua DPD Indonesia Homestay Association (IHSA) Sultra, Ahmad Nizar, menegaskan bahwa homestay menghadirkan dampak nyata bagi warga desa.
"Homestay memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan adanya homestay, pendapatan warga lokal bertambah melalui jasa akomodasi, penyediaan makanan, pemandu wisata, dan penjualan kerajinan tangan," jelasnya.
Homestay juga membuka peluang kerja baru dan mendorong tumbuhnya usaha mikro lainnya yang mendukung kebutuhan wisatawan.
"Selain itu, homestay membantu mengenalkan budaya lokal kepada pengunjung, sehingga memberi nilai tambah ekonomi sekaligus melestarikan tradisi," lanjutnya.
