Astri, salah satu rekan Samsiati, mengungkapkan bahwa mereka sudah mengabdi selama puluhan tahun di Setda Kabupaten Konawe. “Saya sekitar 15 tahun, Ati (Samsiati) 18 tahun. Ini kasihan dia lagi hamil, tapi karena ini persoalan nasib, dia paksakan ikut,” ujar Astri dengan penuh keprihatinan.

Astri berharap Pemerintah Kabupaten Konawe tidak menutup mata terhadap kondisi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

Mereka merasa sangat kecewa dan terpuruk karena telah mengabdi bertahun-tahun. Astri dan rekan-rekannya menyebut hak mereka seolah-olah dicuri oleh oknum honorer siluman yang sudah tidak aktif bekerja.

Sementara itu, Ayu, honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, juga mengungkapkan kekecewaannya.

Dia mengaku sangat sedih karena tidak lulus dalam seleksi PPPK, padahal banyak peserta yang dinyatakan lolos, namun menurutnya, sebagian dari mereka bukan merupakan honorer aktif di DLH.