KENDARI, TELISIK.ID - Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2) mendatangi Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Selasa (8/12/2020). Mereka mengadukan nasib yang hingga kini belum menemui titik terang.
Pasalnya, para tenaga honorer tersebut telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, namun belum juga diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ketua Koordinator K2 Wilayah Sultra, Andi Meliani mengungkapkan, mereka merasa tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Pasalnya, beban kerja yang diberikan tak sesuai dengan upah yang diperoleh. Ia juga berharap agar anggota DPR RI, Hugua, dapat memperjuangkan nasib tenaga honorer K2.
Andi Meliani yang juga honorer di Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara mengungkapkan, tenaga honorer K2 yang berada di wilayah Sultra sekitar 950 orang. Sedangkan untuk di Indonesia sekira 380.000 orang.
Andi Meliani juga mengatakan, upah yang Ia peroleh selama menjadi tenaga pengajar honorer yakni Rp 10.000 per jamnya.
