Ancaman kenaikan tarif dari Trump akan berlaku jika produsen ponsel tidak melakukan produksi perangkat mereka di Amerika Serikat dilansir dari CNBC Indonesia.

Trump awalnya menyatakan akan mengenakan tarif 25 persen hanya pada Apple. Ini adalah langkah tak lazim karena kebijakan perdagangan jarang menargetkan satu perusahaan secara spesifik.

Trump kemudian mengancam semua produsen smartphone, termasuk Samsung dan merek Tiongkok yang sedang naik daun, dengan tarif baru yang akan berlaku mulai akhir Juni.

"Itu juga akan berlaku untuk Samsung dan siapa pun yang membuat produk tersebut, kalau tidak, ya tidak adil," ujar Trump kepada wartawan di Washington.

Meski Apple mendesain produknya di AS, tapi sebagian besar iPhone dirakit di Tiongkok—target utama perang dagang Trump.