JAKARTA, TELISIK.ID - Malam Ramadan memberi ruang bagi pasangan suami istri menjalankan hubungan intim setelah waktu berbuka puasa tiba. Bulan Ramadan identik dengan ibadah puasa yang mengharuskan umat Islam menahan diri dari berbagai hal sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selain menahan lapar dan haus, umat Islam juga tidak diperkenankan melakukan hubungan suami istri pada siang hari. Larangan tersebut berlaku selama waktu puasa berlangsung, namun berubah menjadi kebolehan ketika waktu berbuka tiba hingga sebelum fajar menyingsing kembali.
Dalam praktik kehidupan rumah tangga, hubungan suami istri tetap menjadi bagian dari kehidupan pasangan yang telah menikah, termasuk selama Ramadan.
Setelah berbuka puasa, umat Islam umumnya memanfaatkan malam hari untuk melaksanakan ibadah seperti salat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa. Namun, dalam kehidupan keluarga, hubungan intim juga tetap menjadi aktivitas yang dibolehkan sepanjang dilakukan pada waktu yang tepat.
Melansir NU Online, Jumat (6/3/2026), Islam memberikan tuntunan agar hubungan suami istri tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh. Salah satu pertimbangan utama adalah kondisi perut setelah berbuka puasa. Tubuh yang telah menjalani puasa seharian membutuhkan waktu untuk memulihkan energi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi saat berbuka.
