Dalam konteks kesehatan, sejumlah penelitian juga menyoroti pengaruh puasa terhadap kondisi biologis laki-laki. Salah satu penelitian yang dilakukan Talib dan timnya pada tahun 2015 menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat berhubungan dengan penurunan dorongan seksual pada laki-laki.
Penelitian tersebut mencatat bahwa puasa yang dilakukan secara rutin selama Ramadan berkaitan dengan perubahan pada hormon reproduksi. Talib dan tim menyatakan bahwa puasa Ramadan dapat menurunkan kadar hormon Follicle Stimulating Hormone atau FSH yang berperan dalam produksi sperma.
“Puasa Ramadhan yang dilakukan dari hari ke hari secara rutin berhubungan dengan turunnya nafsu seksual, berkurangnya frekuensi hubungan badan dan turunnya hormon FSH pada laki-laki,” tulis Talib dan timnya dalam penelitian berjudul The Effect of Fasting on Erectile Function and Sexual Desire on Men in The Month of Ramadan.
FSH merupakan hormon yang berkaitan dengan proses produksi sperma pada laki-laki. Ketika kadar hormon ini menurun, produksi sperma juga dapat berkurang sehingga dorongan seksual secara alami ikut menurun. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa sebagian orang merasakan perubahan pada libido selama menjalani puasa Ramadan.
Penelitian lain yang dikutip dalam tulisan tersebut juga menunjukkan keterkaitan antara kadar FSH dengan kondisi libido pada laki-laki. Jabbour dalam kajiannya menyebutkan bahwa rendahnya kadar hormon tersebut dapat berpengaruh terhadap energi tubuh, kesuburan, serta dorongan seksual.
