Saat memasuki masa ovulasi, cairan vagina dapat menjadi lebih bening, licin, dan elastis menyerupai putih telur mentah. Perubahan tersebut dapat terjadi secara alami tanpa menunjukkan adanya penyakit.

Keputihan normal juga dapat muncul selama menstruasi, kehamilan, atau ketika terjadi stimulasi seksual. Karena itu, keberadaan cairan vagina tidak selalu berarti adanya gangguan kesehatan.

Jika keputihan masih memiliki karakteristik normal dan tidak disertai keluhan lain, hubungan intim umumnya dapat dilakukan. Namun, kebersihan organ genital dan perlindungan terhadap infeksi menular seksual tetap perlu diperhatikan.

Ciri-Ciri Keputihan Tidak Normal

Keputihan perlu diperhatikan apabila mengalami perubahan warna, bau, tekstur, atau disertai keluhan tertentu. Cairan vagina dapat berubah menjadi kuning, hijau, keabuan, atau memiliki warna yang tidak biasa.