"Karena Hugua maju sebagai bakal calon wakil gubernur dari partai lain. Sementara DPP PDI Perjuangan sudah punya calon sendiri, dan dia juga calon di partai lain pasti dipecat," tegas Agus Sana’a.

Menurut dia, sekalipun misalnya Hugua sudah meminta persetujuan dari DPP PDI Perjuangan prihal majunya lewat partai lain, tetap partai akan memberikan sanski pemecatan.

Pasalnya, ketika Hugua masih tercatat sebagai kader PDIP, tentu akan berpengaruh terhadap arus dukungan di Pilgub Sulawesi Tenggara.

Dikarenakan, instruksi DPP PDIP kepada seluruh kader partai, jelas tegak lurus mendukung calon yang diusung partai.

"Misalkan dia tidak dipecat dan dibiarkan, suara PDI Perjuangan bisa terbelah dua. Makanya harus dipecat, karena instruksi DPP PDI Perjuangan jelas, dan semua kader harus mematuhi itu," jelas Agus Sana’a.