"Salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari," jelas BMKG.
Kondisi ini dipengaruhi oleh labilitas atmosfer, di mana peningkatan pembentukan awan konvektif seperti Cumulonimbus berpotensi terjadi.
Dari hasil analisis dan pemantauan cuaca yang dilakukan BMKG dalam sepekan terakhir, terungkap bahwa curah hujan di beberapa wilayah Indonesia masih cukup tinggi.
Meskipun beberapa indeks iklim global seperti IOD, SOI, dan Nino 3.4 tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap curah hujan, namun gangguan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan akan aktif di wilayah Laut Banda dan Maluku Tenggara. Aktivitas MJO ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berlaku dari tanggal 27 September hingga 3 Oktober 2024.
