Pendek kata, Brimob sebagai bagian dari Polri, senantiasa ada dan siaga untuk dikerahkan dalam berbagai momen gangguan kamdagri berintensitas tinggi. Semua melepaskan kepentingan pribadi-pribadi individu personel. Termasuk pengakuan. Harus!  

10 Persen Lebih

Pada awal Agustus 2024 (Kamis, 1/8/24) Korps Brimob menerima 877 personel baru. Mereka terdiri atas lima perwira remaja (paja, satu di antaranya lulusan terbaik/penerima Adhimakayasa Akpol 2024), 178 bintara remaja (baja berpangkat bripda), dan 699 tamtama remaja (taja berpangkat bharada).

Dengan tambahan tersebut, personel Brimob kini berjumlah tak kurang dari 53.693 orang. Bila diasumsikan jumlah total anggota Polri 570.00-an, berarti lebih sedikit dari 10 persen di antaranya adalah personel Brimob. Jumlah ini terdiri atas tamtama (Brimob), bintara, perwira pertama (pama), perwira menengah (pamen), dan jumlah tersedikit perwira tinggi (pati).

Semua anggota Polri dengan masing-masing keahlian dituntut humble (rendah hati). Demikian pula Brimob. Bagaimana tidak, untuk dapat “sukses Polri merupakan sukses masyarakat”, syarat utamanya adalah selalu mendapat dukungan empati dan simpati dari masyarakat. Sebab, masyarakat merupakan lingkungan tempat mereka berkubang sehari-hari. Bukankah tak satu pun persoalan masyarakat lepas dari cermatan polisi? Tentu saja, tak selalu dimaknai menginteli.