Dari data luasan tambak yang tergarap atau terkelola tersebut, tanpa mengesampingkan wilayah lainnya, terdapat dua (2) kecamatan yang sangat menonjol, yaitu Kecamatan Watunohu (829,7 Ha) dan Kecamatan Pakue (841,6 Ha).

Dengan demikian, bukanlah merupakan hal yang keliru jika Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memberikan perhatian lebih untuk memprioritaskan program peningkatan dan pengembangan budidaya air payau pada hamparan pesisir Watunohu dan Pakue dengan budidaya komoditas ekonomis seperti udang (windu dan vanamae), bandeng, nila merah dan rumput laut.

Jumlah nelayan/pembudidaya ikan pada hamparan tambak air payau di 2 (dua) kecamatan tersebut adalah 1311 orang atau sekitar 64.29 ?ri seluruh pembudidaya air payau dengan jumlah 2039 orang. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa, masyarakat pesisir yang ada di kedua kecamatan tersebut telah menjadikan kegiatan di tambak sebagai mata pencaharian utama.

Karena itu dibutuhkan sinergitas antara, masyarakat pembudidaya, pemerintah, dan swasta (pihak ketiga) untuk andil berkonstribusi maksimal sesuai kapasitas dan bidang tugasnya masing-masing, sehingga potensi pesisir yang belum optimal ini bisa diakselerasi pemanfaatannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir yang pada gilirannya akan  berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan dan keluarganya mewujudkan Kolaka Utara madani.

Maping Potensi