Dari hasil analisis kajian akademik tersebutlah untuk kemudian ditetapkan jenis komoditas budidaya perikanan yang cocok untuk dibudidayakan baik dengan sistem mono-culture, maupun poly-cultute. pada zona-zona yg berbeda tersebut.
Paket Teknologi
Secara umum komoditas budidaya air payau yang mempunyai nilai ekonomis penting dan berpotensi untuk dikembangkan/dibudidayakan di tambak, seperti: ikan bandeng, udang, kepiting, dan rumput laut, menghendaki lingkungan hidup yang ideal agar bisa tumbuh kembang secara optimal. Jika secara alami kondisi-kondisi tersebut tidak berkesesuaian, maka dibutuhkan intervensi peket teknologi untuk menciptakan kecocokan jenis hewan/tumbuhan yang dibudidayakan dengan habitat tempat hidupnya.
Jika faktor kesesuaian lahan sudah terpetakan, maka akan lebih mudah untuk menentukan/memilih pola usaha budidaya yang akan kita aplikasikan, apakah cukup dengan pola atau sistem tradisional, tradisional plus, semi intensif, ataukah full intensif. Pilihan-pilihan ini juga tentu akan disesuaikan dengan kemampuan investasi dari pembudidaya pemilik atau penyewa lahan tambak.
Dalam kaitan tersebut, diantara 3 (tiga) faktor penunjang keberhasilan budidaya tambak, maka faktor penyiapan lahan menjadi penentu dominan, disusul manajemen kualitas air dan bibit, serta pola dan takaran pakan, dan jika pilihannya pada pola semi dan/atau full intensif, maka ketersediaan daya listrik harus diusahakan terpenuhi utuk penggerak fasilitas kincir.
