"Semua yang dikategorikan sebagai masalah saya posisikan sebagai kesempatan berharga untuk melanjutkan perjuangan dan mewujudkan cita-cita para pahlawan pendiri Sulawesi Tenggara 60 tahun yang lalu," tutur Andap.

Selain semua masalah itu, tantangan terbesar lainnya adalah etos kerja birokrasi di Sulawesi Tenggara. Di Momen HUT ke-60 Sulawesi Tenggara, Andap berharap semua pihak, semua pelayan publik, berani melakukan kritik, membangun diri menjadi pribadi yang sadar sebagai manusia-manusia yang diberikan amanat dan kesempatan oleh Allah SWT.

Baca Juga: DPRD Bahas Persiapan HUT ke-193 Kota Kendari Sekwan Minta Partisipasi ASN dan Non ASN

"Dengan segala kerendahan hati saya ajak bapak ibu untuk menjadikan posisi dan jabatan kita sebagai jalan perjuangan untuk melahirkan kesejahteraan. 60 tahun Sulawesi Tenggara, saatnya bangkit menyatukan diri, bersama kita asah empati kita, mari kita bangun komitmen kita, kita cambuk diri kita untuk lebih bersungguh-sungguh dalam bekerja, saatnya kita untuk menyingkirkan rasa malas, singkirkan yang menjadi kepentingan diri ataupun kelompok," tegas Andap.

Pada kesempatan itu, Andap juga menyerahkan penghargaan Satyalencana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun kepada beberapa ASN atas pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta prestasi kerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.