Pria yang kerap disapa ARS itu juga mengungkapkan, di HUT Sultra yang ke 57, pemerintah daerah masih memiliki tantangan besar menyiapkan instrumen kebijakan untuk mendukung kembalinya produktivitas masyarakat Sultra.

Baca Juga: MUI Sultra Galang Donasi Peduli Palestina, Warga Boleh Ikut Berdonasi

"Banyak sektor unggulan dari basis Sumber Daya Alam (SDA) kita yang bisa menopang pembangunan daerah, namun belum terkelola dengan optimal. Sebagian hanya bisa mensejahterakan para elite karena posisi strategisnya, tapi belum maksimal memberi Trickle Down Effect pada daerah dan masyarakat," tambahnya.

Lebih lanjut, kata ARS, DPRD juga akan terus melakukan pengawasan sesuai fungsi dan kewenangannya, serta mendapat data yang akurat dan realibel tentang anggaran Rp 400 miliar hasil relokasi APBD tahun 2020 yang diperuntukan pada tiga program prioritas yaitu kesehatan, dampak sosial, dan dampak ekonomi.

"Sejauh mana refocusing tersebut menyentuh pada peruntukan dan kebijakannya. DPRD juga mendorong partisipasi publik melakukan pengawasan," katanya.