"Di semua acara pasti ada Hu'u Sumanga. Salah satunya saat menyambut Idul Adha. Jadi semua menu lebaran yang dimasak hari itu, sebelum kita makan, harus lakukan Hu'u Sumanga terlebih dahulu. Baru kemudian diikuti haroa atau baca doa sambut Idul Adha," ujar Rahmawati, salah satu warga Binongko.

Ia melanjutkan, Hu'u Sumanga dilakukan supaya keluarga yang telah meninggal tidak marah karena merasa dilupakan saat membuat suatu acara. Ia menyebut, jika arwah keluarga merasakan hal tersebut, biasanya mereka akan merasuki keluarga atau orang lain yang masih hidup di dunia. Bahkan akan ada kejadian seperti barang yang tiba-tiba hilang.

"Pernah juga kejadian saat salah satu warga di Binongko membuat acara baca doa untuk menunaikan haji saat itu. Tapi karena saat melakukan Hu'u Sumanga tidak menyebut salah satu anggota keluarga yang telah meninggal, akhirnya arwah tersebut merasuki tubuh orang lain. Arwah tersebut merasa kecewa karena tidak disebut," ucap Ratna salah seorang warga Binongko yang masih melaksanakan tradisi ini. (A)

Penulis: Wiwik Prihastiwi

Editor: Haerani Hambali