Baca juga: Tuntut Pansus Dugaan Ijazah Palsu Bupati, Anggota DPRD Busel Disandera

“Bukan yang tidak melakukan perawatan seperti orang tanpa gejala (OTG), tiba-tiba mau minum Dexamethasone supaya sembuh dari COVID nya, tidak. Bukan seperti itu, yang diteliti pasien yang sesak nafas diberi ventilator dan oksigen dan ditambah dexamethasone, makanya dia sembuh. Jadi kemungkinan sesak nafasnya atau apanya itu bisa turun atau gejalanya hilang karena adanya Dexamethasone atau anti radangnya,” imbuh Adriyan.

Sehingga gangguan pernapasannya bisa hilang, jadi bukan virusnya. Sehingga obat ini hanya membantu menyembuhkan pasien COVID-19. Adriyan menyatakan akibat info yang tidak akurat soal penggunaan obat ini bisa menimbulkan ‘panic buying’.

“Sehingga jika terjadi itu apotek-apotek di Kota Kendari ini habis Dexamethasonenya. Kan sayang sekali, karena obat ini juga banyak efek sampingnya. Penggunaan terus menerus, bisa menyebabkan  sakit perut, nafsu makan meningkat, gangguan tidur, demam. Jika digunakan dengan jangka panjang bisa menyebabkan osteoporosis dan diabetes,” terangnya.

Reporter: Muhammad Israjab