“Kita sedang melakukan komunikasi dengan berbagai pihak utamanya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Konawe Raya agar bisa turut berkontribusi memberikan dukungan terhadap program penerjemahan Al-Qur'an berbahasa daerah yang baru pertama kali dilakukan di daerah ini,” tambahnya.
Baca Juga: Sekolah di Kota Kendari Mulai Terima Dana BOS Tahap Dua
Ketua Tim Pelaksana Penerjemah Al-Qur'an Dr. Husain Insawan, M.Ag mengatakan, saat ini penerjemahan telah berlangsung dan mendapat arahan dari tim puslibang LKKMO.
“Bahasa yang digunakan dalam terjemahan ini merupakan bahasa daerah yang dapat dipahami oleh semua kalangan masyarakat Tolaki sehingga jangkauannya dapat digunakan di seluruh wilayah yang didiami masyarakat suku Tolaki,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Litbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manejemen Organisasi Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag dalam pertemuan virtual dengan tim IAIN Kendari dan IAIN Takengon menjelaskan, penerjemahan Al-Qur'an berbahasa daerah ini merupakan salah satu upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an hingga ke pelosok negeri dengan memanfaatkan daerah atau bahasa Ibu sebagai salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk mempelajari Al-Qur'an.
