Kelima; menahan nafsu makan yang berlebihan pada waktu berbuka, sehingga menyebabkan kekenyangan, badan lesu, kemauan hilang, dan kurang gairah untuk beramal,
Baca Juga: Tidak Semua Yahudi Pro Israel
Keenam; setiap kali berbuka puasa, hati selalu takut kalau-kalau terdapat kekurangan dalam menjalankan puasa dan senantiasa berharap agar puasanya diterima Allah SWT.
Dengan demikian, ibadah puasa merupakan perjuangan besar, dilakukan dengan menahan diri dari segala tuntutan nafsu syahwati yang menjurus kepada perbuatan negatif destruktif, kemudian mengendalikannya agar tunduk pada ketentuan Allah SWT.
Hakekat puasa adalah membentuk manusia yang bertakwa. Implikasi dari ibadah puasa menggiring dan menjadikan mukmin untuk senantiasa taat kepada Allah. Dengan kata lain bahwa segala i’tikad, kecenderungan khanif dan amaliah yang baik, termasuk optimalisasi pengamalan ibadah serta ikhtiar maksimal meninggalkan semua larangan Allah SWT, mesti terwujud di setiap saat, bukan hanya di bulan suci Ramadan.
