Dengan kemampuan mengendalikan nafsu syahwati tersebut, manusia makin terpelihara dari berbagai pengingkaran, pelanggaran serta penyimpangan perilaku yang menyungkurkan martabat kemanusiaan ke tempat dan tingkat yang paling rendah dan hina (asfala sáfilín). (*)
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
