Mira sudah menjalankan usaha keripik kelor sekitar 5 bulanan. Dengan melihat potensi kekayaan alam yang dimiliki. Ia berpikir untuk memanfaatkan daun kelor yang tumbuh banyak di pekarangan rumahnya.

"Pohon kelor di sekitar rumah banyak. Pertama mencoba itu sebenarnya saya takut. Takut rasanya pahit karena daun kelor. Ternyata berhasil dan anak-anak suka," katanya.

Mira menyebut, keripik kelor yang dibuat diambil dari daun kelor yang masih segar. Ia memiliki dua olahan produk, yaitu keripik kelor dan keripik kelor ikan. Satu kali produksi mencapai 30 bungkus, dengan harga Rp 10.000 per bungkus.

Ia juga sering mengikuti pameran-pameran. Karena tergabung dalam forum UMKM Wakatobi. Memudahkan dalam mempromosikan dan menjual produk keripik kelor yang dimilikinya.

Dalam sebulan, Mira dapat meraup omzet hingga jutaan rupiah. Bahkan penjualan keripik kelor sudah sampai ke Papua.