KENDARI, TELISIK.ID - Tuntutan ekonomi yang terus meningkat serta banyaknya jumlah tanggungan keluarga, membuat Tina mau tidak mau harus berjalan menyusuri tiap lorong untuk mendapatkan sampah yang bisa dijadikan rupiah.
Tina seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama keluarganya di sekitaran BTN Batu Marupa, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.
Tina memiliki 9 orang anak, 2 di antaranya telah menikah sehingga mereka tinggal berpisah dengan keluarga barunya. Kini Tina tinggal di rumah sederhana bersama suami dan 7 anaknya.
Suami Tina yang dulu bekerja sebagai tukang becak, kini sudah tidak lagi mengayuh becaknya sebab tidak dapat melihat dengan jelas akibat katarak yang dideritanya.
Pilihan menjadi pemulung terpaksa diambil Tina karena ia memiliki keterbatasan pendidikan, tidak dapat membaca dan agak sulit berhitung. Hal inilah yang membuat Tina susah mencari pekerjaan lain.
