"Jadi, saat kami mencoba menghentikan aktivitas, kemudian terjadilah aksi penganiayaan itu. Saya sudah dikusuk setelah insiden itu, tepatnya Kamis 24 Maret 2022," terangnya.
Aksi itu juga viral di media sosial Facebook, setelah diposting oleh akun berinisial NT. Dalam postingan itu juga terdapat tulisan di antaranya "Mamak2 di pijakin dipukulin, karna menuntut hak nya, tanah yg selama ini kami tempati, jadi tempat tinggal kami, ladang, yg jadi tempat kami mencari rezeki.
Baca Juga: Bahas Beberapa Isu Penting, Pemda Buteng Gelar Musrembang RKPD Tahun 2023
Dalam postingan itu juga terdapat tiga video yang isinya kericuhan antara masyarakat dengan PTPN II".
Kasubbag Humas PTPN II, Rahmat Kurniawan ketika dikonfirmasi awak media mengenai informasi penganiayaan itu mengatakan, mereka tidak melakukan penganiayaan terhadap warga.
