“Karena sudah ribut. Anak saya si Vinson ini langsung menemui Usuf dan meminta maaf karena adiknya membawa parang. Namun bukan malah pulang, Usuf malah mengambil batu dan mencoba melempar Wiliam. Melihat itu, anak saya David lantas mengambil air sofgan dan mengarahkannya ke Usuf, agar tidak melukai adiknya," tambahnya.
Melihat itu, lagi-lagi Vinson kembali mendatangi Usuf dan meminta maaf dan menyuruh Usuf untuk pulang. Akan tetapi, Usuf kembali bereaksi. Dia malah mengambil besi panjang dan melakukan penyerangan. Mendapat perlakuan itu, Wiliam mencoba membela diri dan senjatanya mengenai Usup.
“Seperti itulah kejadiaan sebenarnya. Semua bukti rekaman CCTV sebenarnya sudah kami berikan ke Polda Sumatera Utara. Bukan anak saya yang salah. Kejadiaan ini terjadi karena ada sebab akibat. Tapi hanya anak saya yang jadi tersangka, bahkan sekarang ketiga anak saya mau ditahan," tuturnya.
Diakuinya, mereka telah membuat laporan ke Mapolrestabes Medan atas kasus itu. Namun, belum ada tindaklanjutnya.
"Tapi hanya laporan mereka yang ditindaklanjuti, laporan anak saya yang menjadi korban penganiayaan belum ditindaklanjuti. Kami tidak mendapat keadilan sedikit pun,” ucapnya berlinang air mata.
