“Dengan kerja bersama, kita bisa wujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera,” tandasnya.

Fasilitator kegiatan, Nasruddin, mengungkapkan bahwa program KEDAI dilatarbelakangi oleh dua isu utama: potensi krisis pangan global yang dapat memicu inflasi harga serta hasil temuan terhadap sayuran segar yang telah terkontaminasi residu pestisida.

Baca Juga: Heboh Link Video Elga Puruk Cahu Berdurasi 5 Menit 44 Detik Viral di Media Sosial

Oleh karena itu, masyarakat diajak menanam sayur-mayur sendiri di pekarangan rumah demi mendapatkan pangan yang lebih aman dan sehat.

“Program ini memiliki dasar hukum yang kuat, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal,” jelas Nasruddin.