Akibat kejadian yang dialaminya, WOI merasa trauma, minder, dan kehilangan rasa percaya diri, terutama saat berpapasan dengan pelaku. “Saya trauma sejak kejadian itu, sering kurung diri dalam kamar,” tutur WOI dengan nada pilu.
Baca Juga: Jembatan Penghubung Buton-Buton Utara Ambruk dan Satu Truk Terperosok
Setelah beberapa hari melawan rasa takut dan trauma, pada Kamis (2/1/2024), WOI akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian kepada saudaranya, A. Mendengar hal tersebut, A sangat marah dan langsung menghubungi suami WOI yang saat itu berada di luar daerah.
Sekitar pukul 14.00 WITA, korban ditemani oleh A melaporkan tindak pelecehan ke kantor Polisi Sektor Batauga. WOI menuturkan bahwa dirinya baru memasukkan laporan atas tindakan pelecehan yang diterimanya dan masih menunggu hasil proses oleh polisi.
Sampai berita ini diturunkan kondisi mental WOI masih belum stabil. “Kalau untuk fisik tidak, hanya secara mental (yang terguncang),” tandasnya. (C)
