KENDARI, TELISIK.ID - Sorak-sorai teman-teman wisudawan membahana di Auditorium Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Topi toga berwarna hitam dengan bordi kuning terang menjadi pemandangan yang tak biasa.
Di antara lautan wajah sumringah, ada satu sosok yang menarik perhatian. Wajahnya yang tampan terlihat sayu, Dialah Aziz Ma'ruf (22), wisudawan Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, angkatan 2020 merayakan puncak perjuangannya.
Namun, di balik senyum tipis yang dipaksakan, ada sejuta rasa haru yang mendalam. Aziz menyadari, di hari bahagianya ini, kursi di sampingnya kosong, kursi yang seharusnya ditempati oleh kedua orang tuanya.
"Bapakku sakit, jadi saya dan kedua adik saya yang dampingi. Dia sedih lihat wisudawan yang lain disambut orang tuanya, dia hanya disambut adik-adiknya," kata Iqra kakak Aziz.
Aziz tumbuh dalam keluarga sederhana. Tinggal di Jalan Nipa Raya bersama ayah, adik dan kakaknya. ayahnya hanya seorang pemulung namun saat ini sedang sakit sehingga tidak bisa mendampinginya saat wisuda, sedangkan ibunya sudah meninggal.
