Pada masa tersebut, kalender Jawa dan kalender Islam masih terpisah, namun Sultan Agung berinisiatif untuk memadukan kedua sistem penanggalan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mempersatukan masyarakat Jawa dan memperkuat pengaruh Islam di tanah Jawa.
Penyatuan kalender Saka (Hindu) dan Hijriyah ini menjadi dasar bagi sistem penanggalan Jawa yang kita kenal sekarang. Dengan demikian, 1 Suro resmi menjadi awal tahun baru dalam kalender Jawa, yang juga bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah.
Perbedaan Bulan Suro dan Muharram
Meskipun sering dianggap setara, bulan Suro dan Muharram memiliki beberapa perbedaan yang perlu dipahami dengan baik:
1. Asal Usul: Bulan Suro berasal dari tradisi Jawa yang merupakan hasil akulturasi budaya Hindu-Jawa dengan Islam, sementara Muharram berasal dari tradisi Islam.
