Berdasarkan, data yang tercantum dalam KTP menunjukkan bahwa wanita itu berinisial L, lahir di Curup pada 2 Maret 1990, berstatus cerai hidup, beragama Islam, da sebagai ibu rumah tangga. Ia merupakan warga Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari.
Peristiwa ini juga terekam dalam dua video berbeda yang beredar luas di kalangan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Video pertama berdurasi 58 detik memperlihatkan saat seorang petugas berseragam Dinas Perhubungan berlari menuju wanita tersebut, yang saat itu berdiri di sisi jembatan sambil menangis memeluk anaknya.
“Bu, sini anakmu,” terdengar suara perekam dalam video saat petugas mendekat.
Wanita itu terlihat mengenakan gamis warna hijau olive dan hijab niqab hitam yang menutupi seluruh wajahnya. Anak yang digendongnya mengenakan baju warna kuning dan terlihat ketakutan.
