“Pasca banjir seperti ini, kita tahu bahwa warga, khususnya yang rumahnya terendam, pasti ada yang sakit seperti diare, ISPA dan lain-lain. Karena itu kami hadir memberikan pengobatan gratis bagi mereka, sebagai bentuk empati dan perhatian dari para dokter,” ujar Algazali.
Tim medis yang diturunkan dalam kegiatan ini terdiri dari dokter umum, dokter anak, dan dokter penyakit dalam.
.jpg)
IDI Kota Kendari merencanakan kegiatan ini akan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan, menyesuaikan dengan kondisi warga di lapangan.
Jika kondisi warga sudah membaik, kegiatan akan dihentikan. Namun, jika ada yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, warga akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
