Dan massa yang terlibat di 1.042.280 titik kampanye, jika ikut aturan PKPU, maksimal 100 orang adalah 104 juta orang , jika positivity rate Indonesia 10% maka 10 dari 100 orang yang hadir berpotensi positif, orang tanpa gejala 10 x 1.042.280 titik maka ada 10.422.800 orang yang berpotensi COVID-19 berkeliaran dalam 71 hari kampanye.
"Wow! Ini bom waktu dahsyatnya lebih dari bom Hiroshima dan Nagasaki," lirih Yudi.
Lanjut dokter Yudi, data setiap hari seminggu terakhir ini menunjukkan, yang terpapar COVID-19 di atas angka 3.500-an perhari dari klaster keluarga, klaster perkantoran. Makin diperburuk dengan klaster Pilkada sebab mewadahi perkumpulan massa yang tidak bisa dikontrol. Dengan fakta ini, atas dasar kepentingan nyawa banyak orang, saatnya pemerintah lakukan rem darurat Pilkada 2020 sebab Sulsel dan Indonesia saat ini darurat COVID-19 belum ada tanda melandai sedikitpun.
Harapan IDI Makassar sejalan dengan keinginan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang meminta Pilkada 2020 ditunda sampai vaksin COVID-19 ditemukan. JK khawatir akan banyak pelanggaran pada saat kampanye yang rentan akan penyebaran COVID-19.
Reporter: Rezki Mas'ud
