Menurutnya, Muhammadiyah ingin menunjukkan berdasar prinsip keagamaan Islam harus menjadi solusi dalam menghadapi keadaan pandemi COVID-19. "Jangan sampai Islam dan umat muslim justru menjadi bagian dari masalah dan menjadi masalah," tandasnya.
Bagi Haedar, agama harus menjadi rahmatan lil alamin dan memberi manfaat. "Hakikat ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menjalankan syariat sesuai konteks," paparnya.
Sehingga, ibadah selama masa pandemi COVID-19 secara sukarela mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Muhammadiyah.
"Ibadah harus berlangsung khusyuk dan hikmat dalam rangka menghayati kembali makna taqarub Ilallah," kata Haedar.
Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah belum lama ini menyatakan bahwa selama kondisi darurat COVID-19, penyelenggaraan ibadah disarankan berlangsung di rumah atau lingkup terbatas.
