Baca juga: Meneladani Sikap Keikhlasan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Berkurban
Haedar berharap, supaya semangat tolong-menolong selama masa krisis pandemi COVID-19 ini menjadi sarana mendekatkan diri dengan Allah SWT secara hakiki.
Bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah, praktik keagamaan harus bersesuain dengan semangat menghadirkan sikap ihsan dan rahmatan lil alamin.
"Jadi jangan sampai keluarga besar Muhammadiyah hanya terus berkutat dalam perdebatan rukun yang sifatnya darurat," kata Haedar sambil menegaskan bahwa seluruh putusan dan edaran Persyarikatan Muhammadiyah telah memenuhi lima aspek maqashid syariah, terutama hifzuddin (menjaga agama) dan hifzunnafs (menjaga kehidupan).
Pada kesempatan itu, Haedar menjelaskan hakikat dan tujuan beribadah. "Pada prinsipnya untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat melalui iman, ilmu dan amal salih," tandasnya.
