Dalam rangka gerakan nasional pengendalian inflasi serta menindaklanjuti arahan Ketua TPID Provinsi Sulawesi Tenggara, Penprov harus bersinergi bersama Pemda dalam upaya pengendalian inflasi.
"Pemerintah provinsi melalui Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan gelar pangan murah komoditas pangan pokok,” terang Sismanto.
Lanjut Sismanto, kenaikan inflasi dipantau dari dua daerah, Kota Kendari dan Baubau. Kota Kendari alami kenaikan inflasi mencapai 0,27 persen, sedangkan di Baubau 0,12 persen.
Naiknya inflasi di Sulawesi Tenggara disebabkan beberapa faktor, di antaranya adanya kenaikan biaya angkutan udara, kenaikan harga komoditas di pasar. Naiknya harga Ikan teri di pasar dan ikan layang.
“Penyebab naiknya inflasi dipengaruhi adanya kenaikan harga tiket angkutan udara ikan teri, 0,06 persen, ikan layang, naik 0,13 persen,” rinci Siswanto.
