Ramli menuding adanya upaya melemahkan perjuangan pasangan Anies-Muhaimin, Timnas AMIN, relawan, dan simpatisan untuk memenangkan capres nomor urut 1 di Pilpres 2024. Dia mencontohkan kasus di daerah asalnya di Maros, Sulawesi Selatan. Di wilayah ini ratusan bendera dan spanduk AMIN hilang dari titik pemasangan.
Informasi yang diterima, menurut Ramli, ada sekelompok orang yang dibayar untuk mencopot spanduk dan bendera AMIN.
“Entah siapa yang bayar karena mereka sangat profesional,” tuturnya.
Iklan videotron Anies yang dipasang penggemar K-Pop itu belum sehari dipasang dari kontrak sepekan dengan pemerintah daerah setempat. Iwan Tarigan, Juru Bicara lain Timnas AMIN, menegaskan bahwa timnya akan menempuh upaya hukum.
“Perlakuan ini sangat tidak adil. Penurunan videotron ini berkaitan dengan penguasa karena tak suka dengan aktivitas Anies-Muhaimin. Seperti kata Bapak Anies Baswedan, tekanan kepada kami belum ada apa-apanya dibandingkan dengan tekanan yang dirasakan rakyat dengan biaya hidup yang semakin mahal,” ujar Iwan.
