Menurut Cheng Gong, penulis utama studi sekaligus profesor di departemen ilmu kedokteran dasar Universitas Tsinghua, tim ilmuwan melakukan penelitian terhadap nyamuk di Provinsi Yunnan dengan tujuan mencari metode pengendalian penyakit tular nyamuk yang aman, efektif, dan ekologis.
"Selama penelitian lapangan, kami menemukan demam berdarah sering terjadi di beberapa daerah di provinsi ini, namun tidak di daerah lainnya," kata Cheng.
"Fenomena ini menarik perhatian kami karena lokasi-lokasi ini memiliki iklim, lingkungan dan kepadatan populasi nyamuk yang sama. Kami terdorong untuk mencari tahu apa yang membuat perbedaan," lanjut dia.
Setelah mengumpulkan ribuan nyamuk dari Yunnan dan mengisolasi bakteri dari usus mereka, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi bakteri Rosenbergiella_YN46 yang memberikan kemampuan pada nyamuk untuk melawan infeksi demam berdarah dan Zika.
Baca Juga: Heboh Lokasi Alien Ditemukan, Segini Jaraknya dari Bumi
