Selanjutnya, para ilmuwan membangun kandang di Xishuangbanna dan memasukkan bakteri tersebut ke dalam air tempat nyamuk bertelur.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa bakteri tersebut mampu 'menjajah' usus nyamuk di setiap tahap perkembangan dan secara nyata mengurangi infeksi dengue pada populasi nyamuk yang belum terpapar bakteri ini.

Cheng menyatakan bahwa temuan ini berpotensi menjadi metode alami untuk menghentikan penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk di seluruh dunia.

"Metode biokontrol ini didasarkan pada temuan dari alam dan tidak memerlukan intervensi medis untuk manusia, seperti vaksin dan pengobatan khusus yang belum dikembangkan," ujar dia.

Lebih lanjut, metode ini tidak bergantung pada pembasmian nyamuk, yang berpotensi mengembangkan resistensi terhadap insektisida. Cheng menambahkan bahwa nyamuk memegang peranan penting dalam rantai makanan dan ekosistem sebagai sumber pakan krusial bagi burung dan ikan.