"Pendidikan di luar negeri sangat menghargai peneliti atau ilmuwan yang memiliki pengalaman lintas keilmuan atau interdisipliner. Mereka biasanya memiliki pandangan yang lebih lengkap ketika dihadapkan dalam satu pemecahan masalah," ujar Bagus.
Dilansir dari Taiwan Center Indonesia, bagus mengungkapkan, dalam ilmu pengetahuan sesungguhnya tidak disekat-sekat. Proyek masa depan, seperti ketahanan pangan maupun energi, meniscayakan pendekatan kolaborasi keilmuan interdisiplin.
Bagus saat ini memiliki 10 jurnal internasional dan lebih dari 20 jurnal bersama. Jumlah jurnal, menurutnya, bukanlah hal yang istimewa. Banyaknya jurnal dalam dunia akademis, kata dia, itu baik tapi jika ingin melaju ke posisi yang lebih tinggi, sebaiknya memiliki jurnal yang ditulis sendiri. (C)
Reporter: Haidir Muhari
Editor: Fitrah Nugraha
