"Senyawa bioaktif dari bahan alam ini memiliki potensi untuk mencegah kanker dengan menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, atau menghambat jalur sinyal kanker," kata reviewer dan editor jurnal Scopus Q1 & Q2 ini.
Dalam melakukan penelitian ini, Fahrul menggunakan berbagai pendekatan ilmiah. Ia memanfaatkan metode in silico, yang menggunakan simulasi komputer untuk menguji efektivitas senyawa obat.
Selain itu, ia juga melakukan uji in vitro, yaitu menguji senyawa tersebut pada kultur sel guna memastikan efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dan mengontrol kadar gula darah.
Tidak hanya itu, penelitian juga dilakukan menggunakan pendekatan in vivo. Dalam tahap ini, senyawa diuji pada hewan model sebelum nantinya dilakukan uji klinis pada manusia. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas sebelum digunakan secara luas.
Baca Juga: Ilmuwan China Ciptakan Teknologi Kamuflase, Bisa Bikin Invisible Kayak Bunglon
