Merujuk korelasi antara kekuatan ekonomi dan emisi CO2, tidak mengherankan jika sektor industri bertanggung jawab atas sumbangan terbesar (35 persen) dari keseluruhan emisi gas rumah kaca (GRK) — termasuk metana dan dinitrogen oksida — yang dilepaskan ke atmosfer.
Emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar fosil telah meningkat sejak awal periode industrialisasi. Namun, di saat manusia memproduksi karbon dioksida dengan tingkat yang lebih tinggi, bumi menyerapnya lewat "penyerap karbon" alami, seperti hutan dan lautan.
Akan tetapi ketika umat manusia mulai memproduksi CO2 dan gas rumah kaca lainnya lebih banyak daripada yang dapat diserap oleh ekosistem planet secara alami, makin banyak emisi tersebut terperangkap di atmosfer. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
Editor: Haerani Hambali
