Orlagh dan rekannya menyaring sampel untuk menunjukkan bintang-bintang yang memiliki massa dan komposisi kimia yang sama dengan matahari. Karena mereka membiarkan usianya berbeda, bintang-bintang yang mereka pilih akhirnya membuat garis melintasi diagram HR yang mewakili evolusi matahari kita dari masa lalunya ke masa depannya. 

Baca Juga: Fenomena Hari Ini, Siang Hari Lebih Cepat Pada Beberapa Kota di Indonesia

"Ini mengungkapkan cara bintang kita akan memvariasikan suhu dan luminositasnya seiring bertambahnya usia," tambahnya.

Matahari akan mencapai suhu maksimum pada usia sekitar 8 miliar tahun, kemudian akan mendingin dan bertambah besar, menjadi bintang raksasa merah sekitar 10-11 miliar tahun. Matahari akan mencapai akhir hidupnya setelah fase ini, ketika akhirnya menjadi katai putih redup.

Ilmuwan mengatakan, untuk saat ini tak perlu khawatir, karena bintang kita masih berumur sekitar 11.000 juta tahun lagi. (C)