Tak jauh berbeda dengan Neni, salah satu pedagang di pasar tersebut, Gunawan mengatakan, harga beras saat ini mengalami kenaikan. Akibatnya, pendapatan kami merosot.

Biasanya, dalam satu hari minimal  10 karung yang keluar, namun sejak naiknya harga beras pendapatan jadi merosot. Per hari ini belum ada yang keluar biar sekarung.

"Harga beras naik, tentunya pendapatan kami berkurang. Karena masyarakat akan meminimalisir konsumsi beras. Kita orang Buton ini, tidak ada beras masih bisa makan jagung dan ubi. Jadi tidak begitu bergantung dengan beras," ungkapnya.

Ia menambahkan dalam satu karung beras, mereka hanya menarik keuntungan kurang lebih Rp 10 ribu. Mereka menarik keuntungan dari bahan pokok lain seperti, gula pasir, minyak goreng dan bahan-bahan lainya. Namun, keadaan saat ini pasar selalu sepi.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Nelayan Buton Selatan Hilang di Perairan Batuatas