Ia khawatir, meroketnya harga jual bensin eceran akan berdampak pada harga jual beberapa komoditas pokok di pasar tradisional, salah satunya seperti sayur dan lain sebagainya.
Bergeser ke wilayah kepulauan Buton Selatan, seorang guru honorer asal Kecamatan Siompu Barat, Febri Guntur membenarkan saat ini masyarakat kepulauan, khususnya di wilayah Kecamatan Siompu Barat mengalami krisis bahan bakar jenis Pertalite. Sehingga memicu lonjakan harga jual bensin eceran yang tak biasanya.
"Contohnya saja, bensin botolan (nyaris setengah) menurut saya sudah tidak cukup 1 liter, harganya itu sudah menyentuh Rp 17.000 per hari ini," beber Febri.
Kata, Febri harga jual bensin eceran sebelumnya dirasa cukup tinggi namun masih dapat terakomodir. Di lain sisi, ia menyoroti adanya Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) sebagai tempat penyaluran BBM termasuk bensin jenis pertalite untuk masyarakat yang berada di wilayah Siompu Barat.
Namun, yang membuatnya heran yakni dengan kuota yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, justru ludes terjual pada hari pengoperasiannya. Febri menilai, dengan adanya APMS di wilayah tersebut seharusnya mampu membantu menekan harga jual bensin eceran di pinggiran jalan, namun justru sebaliknya tidak memberikan dampak yang cukup berarti bagi masyarakat di Kecamatan Siompu Barat.
