“Bayangkan, berapa ratus juta orang ketergantungan kepada gandum Ukraina dan Rusia? dan sekarang ini sudah mulai karena barang itu tidak bisa keluar dari Ukraina, tidak bisa keluar dari Rusia,” terang Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi sebelumnya bersyukur karena konflik kedua negara tersebut tidak memberikan dampak besar bagi pasokan pangan seperti beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga: Usai Tinggalkan Ukraina, Jokowi Bawa Pesan Presiden Zelenskyy untuk Vladimir Putin

“Bayangkan. Kita ini harus betul-betul bersyukur bahwa negara kita diberikan pangan yang harganya, beras utamanya, tidak naik. Harus kita syukuri betul,” kata Presiden Jokowi dikutip dari Antara.

Di tengah gejolak rantai pasok pangan dunia, Jokowi menyebutkan Indonesia masih memiliki sumber produksi beras yang melimpah.