“Kita perlu dari jauh-jauh hari karena pakainnya, apalagi untuk ukuran tukang jahit di sini. Jadi harus dari jauh-jauh hari kita beritahu, karena mereka harus buat kostumnya segala macam. Sebab, nanti mereka akan kelabakan jika misalnya Wakatobi nantinya tiba-tiba aman, tentunya tidak mungkin mereka sanggup menjahit dalam waktu singkat," tambahnya.
"Begitu pun kalau kita pinjam misalnya di teman-teman yang dulu, tentunya tidak bisa karena ukuran badannya beda-beda. Sehingga pimpinan mengambil jalan yang sangat kompromi, bahwa kita lakukan seperti tahun lalu saja. Karena ini situasinya sangat darurat," sambungnya.
Sementara itu, walaupun dalam masa PPKM, namun m Wakatobi juga tetap berpartisipasi dalam pengiriman Paskibraka di tingkat nasional. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Dispora Wakatobi.
Kendati demikian, pihaknya telah mengirim perwakilan ke seleksi tingkat provinsi yang diseleksi pada bulan Maret lalu. Namun, mereka tidak ada yang berhasil tembus ke tingkat nasional.
“Dari empat orang ini terus terang yang berangkat tinggal dua orang laki-laki, sementara yang dua orang perempuan tidak diijinkan oleh orang tuanya,” ujarnya.
