“Alhamdulillah, sudah berjalan 44 desa, saya tidak turunkan tim khusus untuk survei, justru kita pengin tahu apa sih masalah mereka. Bagi saya yang paling penting ialah merasakan apa yang mereka rasakan secara langsung,” ungkapnya seperti dilansir dari beritabeta.com.
Bupati cantik nan tangguh itu pun turut membiayai pembangunan Gereja Jemaat Ebenhaezer Masamba dan meletakkan batu pertama pembangunan gereja tersebut.
Luwu Utara memang heterogen, begitu bhinneka. Penduduk muslim berjumlah 320 ribu orang, sedangkan penduduk Kristen Protestan berjumlah 60 ribu, Katolik 8 ribu, dan penganut Hindu terdapat 12 ribu orang.
"Pada akhir tahun lalu di Kecamatan Rampi saya malah pernah meletakkan bantuan tiga Gereja sekaligus dalam satu desa. Jadi wajar saja," tutur Indah dikutip dari detik.com.
Sikap itu menunjukkan, sebagai kepala daerah tidak sekadar menjadi pemimpin untuk golongan tertentu. Melainkan untuk semua warga, tanpa memandang agama, suku dan embel ragawi lainnya atau afiliasi politik. Semua itu tertenun indah dalam eka, yaitu kemanusiaan.
