KENDARI, TELISIK.ID - Memuliakan tamu merupakan tanda seseorang beriman kepada Allah SWT dan pada hari akhir. Rasulullah SAW bersabda, seperti diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim. "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya."

Dikutip dari Republika.co.id, Imam Ahmad dan sejumlah ulama lainnya, seperti dikutip oleh Ibnu Katsir, berpendapat, wajib memberikan jamuan kepada orang yang singgah (tamu).

Saking besarnya hak tamu, Rasul memberi peringatan mereka yang tidak memuliakan tamu. "Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak menjamu tamu." (HR Ahmad).

Memberi jamuan kepada tamu merupakan kebiasaan yang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum risalah Nabi Muhammad diturunkan.

Orang yang pertama kali melakukan perbuatan yang mulia ini ialah Nabi Ibrahim AS. "Orang yang pertama kali memberi suguhan kepada tamu adalah Ibrahim," sabda Rasul.